IDENTIFIKASI MANFAAT EKONOMI SUMBER DAYA HUTAN PADA TEGAKAN PINUS ( Pinus merkusii )
Tugas Mata Kuliah
Ekonomi Sumber Daya Hutan Medan, April 2019
IDENTIFIKASI
MANFAAT EKONOMI SUMBER DAYA HUTAN PADA TEGAKAN PINUS ( Pinus merkusii )
Dosen Penanggungjawab :
Dr.
Agus Purwoko, S. Hut., M. Si.
Oleh :
Junus J. Simanullang
171201010
HUT 4A
PROGRAM STUDI
KEHUTANAN
FAKULTAS
KEHUTANAN
UNIVERSITAS
SUMATERA UTARA
MEDAN
2019
IDENTIFIKASI MANFAAT EKONOMI SUMBER
DAYA HUTAN
Ilmu
Ekonomi Sumber Daya Hutan adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia
dalam memanfaatkan sumberdaya hutan, sehingga fungsinya dapat dipertahankan dan
ditingkatkan dalam jangka panjang. Ekonomi sumberdaya
hutan, sebagai salah satu sumberdaya yang dapat diperbaharui, merupakan salah
satu contoh sumberdaya yang mampu memberikan manfaat bagi makhluk hidup dalam
dua aspek, ekonomi dan ekologi. Sumberdaya hutan merupakan sumberdaya hutan
yang mampu menjadi penyeimbang alam dan lingkungannya, baik lingkungan dalam
kawasan hutan yang terdapat bermacam-macam keanekaragaman hayati dan non hayati
serta lingkungan flora maupun fauna.
Sumberdaya hutan (SDH) Indonesia berbagai manfaat yang dapat
dirasakan pada tingkatan lokal, nasional, maupun global. Manfaat tersebut
terdiri atas manfaat nyata yang terukur (tangible) berupa hasil hutan kayu,
hasil hutan non kayu seperti rotan, bambu, damar dan lain-lain, serta manfaat
tidak terukur (intangible) berupa manfaat perlindungan lingkungan,
keragaman genetik dan lain-lain. Saat ini
berbagai manfaat yang dihasilkan tersebut masih dinilai secara rendah sehingga
menimbulkan terjadinya eksploitasi SDH yang berlebih. Hal tersebut disebabkan
karena masih banyak pihak yang belum memahami nilai dari berbagai manfaat SDH
secara komperehensif.
Dengan diketahuinya manfaat dari SDH ini maka hal tersebut
dapat dijadikan rekomendasi bagi para pengambil kebijakan untuk mengalokasikan
sumberdaya alam (SDA) yang semakin langka dan melakukan distribusi manfaat SDA
yang adil. Saat ini berbagai manfaat yang dihasilkan tersebut masih dinilai
secara rendah sehingga menimbulkan terjadinya eksploitasi SDH yang berlebih.
Terlebih dengan meningkatnya pertambahan penduduk saat ini yang menyebabkan
timbulnya tekanan yang serius terhadap SDH, menyebabkan perlunya penyempurnaan
pengelolaan SDA melalui penilaian akurat terhadap nilai ekonomi
sumberdaya alam yang sesungguhnya.
Manfaat SDH sendiri tidak semuanya
memiliki harga pasar, sehingga perlu digunakan pendekatan-pendekatan untuk
mengkuantifikasi nilai ekonomi SDH dalam satuan moneter. Sebagai contoh manfaat
hutan dalam menyerap karbon, dan manfaat ekologis serta lingkungan lainnya.
Karena sifatnya yang non market tersebut menyebabkan banyak manfaat SDH belum
dinilai secara memuaskan dalam perhitungan ekonomi.
Sumber daya alam terdiri atas sumber daya alam yang bisa
diperbarui seperti hutan dan sumber daya alam yang tidak bisa diperbarui
seperti bahan tambang. Sumber daya hutan yang termasuk dalam sumber daya alam
yang dapat diperbarui harus dipahami lebih dalam mengenai karakteristik keanekaragaman hayati (biodiversity)
serta interaksi antara unsur hayati dan unsur non-hayati yang biasa disebut
dengan istilah ekosistem.
Berdasarkan karakteristik sumber daya hutan sebelumnya,
sumber daya hutan memiliki dua fungsi utama, yaitu sebagai persediaan
sumberdaya biologis (biological resources atau natural stock) dan
sebagai natural flows, dimana natural stock secara terus menerus
menghasilkan barang dan jasa alami hasil proses dari ekosistem. Pengelolaan hutan
harus memperhatikan karakteristik dari hutan itu sendiri. Karakteristik ini
dijadikan dasar dalam pengelolaan sumber daya hutan. Berikut adalah
karakteristik dari hutan:
- Hutan memproduksi barang dan jasa privat maupun publik (private and public goods).
- Banyak manfaat yang sangat penting dari hutan yang termasuk ke dalam barang publik (public goods), seperti oksigen, penyimpanan air, tempat tinggal satwa, dan sebagainya.
- Hutan adalah sumber daya terbarukan (renewable resources).
- Memiliki daya tahan terhadap gangguan dari luar (resiliency ireversibility).
- Memiliki ambang batas daya dukung (caring capacity).
- Kerusakan yang parah akan bersifat tak terpulihkan (irreversibility).
- Terdapat berbagai siklus alam, seperti siklus air (water cycle), siklus nutrisi (nutrient cycle), dan siklus makanan dan energi (food and energy cycle).
8. Setiap biodiversity pada
tingkat tertentu (spesies, populasi, dan ekosistem) memiliki karakteristik
masing-masing sehingga tercipta karakteristik yang kompleks.
Kebijakan yang
mengatur sumber daya hutan ini bersumber dari berbagai instansi yang memiliki
kepentingan masing-masing. Berikut adalah berbagai peraturan perundangan yang
berkaitan dengan sumber daya hutan:
- UU No. 5 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Agraria.
- UU No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.
- UU No. 27 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air.
- UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.
- UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.
- UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah.
- UU No. 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah.
- UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Kegiatan pemanfaatan
sumber daya hutan ini harus selalu diawasi. Pemberian izin pengelolaan kawasan
hutan merupakan salah satu pintu gerbang dalam permasalahan kehutanan.
Eksploitasi melebihi batas yang ditentukan pun seringkali dilanggar oleh pihak
yang ingin mengambil berbagai keuntungan.
Salah jenis tegakan
hutan yang memiliki manfaat ESDH yang tinggi adalah Pinus ( Pinus merkusii ). Adapun manfaat ESDH dari tegakan Pinus ( Pinus merkusii ) adalah:
Bahan dasar pengencer cat
Batang pohon pinus
memiliki kandungan getah yang dapat diekstrak sehingga menghasilkan gondorukem
dan terpentin. Terpentin sendiri dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar
pengencer cat.
Bahan dasar pembuatan furniture
Kayu dari pohon pinus
memiliki serat yang halus yang membuatnya mudah diolah dan diproses. Hal ini
menjadikan kayu pinus sangat populer digunakan sebagai bahan pembuatan berbagai
furnitur seperti lemari, kursi, meja, dan lain sebagainya. Diantara sekian
banyak jenis pinus, jenis merkusii dan radiata merupakan yang paling populer
digunakan sebagai bahan dasar furnitur karena dikenal memiliki kualitas yang
baik.
Bahan dasar pembuatan barang kerajinan
Dengan seratnya yang
halus menjadikan kayu pinus mudah diolah sehingga juga dapat dimanfaatkan untuk
membuat berbagai barang kerajinan seperti mainan, miniatur, tempat lilin,
aksesoris penghias meja, aksesoris dapur, dan lain sebagainya. Bahan
pembuatan kertas
Manfaat lain dari kayu
pinus adalah untuk pembuatan kertas. Selain kayu mulberry dan papyrus, kayu
pinus termasuk yang banyak dimanfaatkan untuk industri pembuatan kertas karena
sifat serat kayunya yang halus serta tingkat kerapatan dan kepadatannya yang
rendah sehingga lebih mudah dihancurkan untuk kemudian diproses menjadi kertas.
Bahan pembuatan batang korek api
Batang korek api yang
biasa kita gunakan sebagai pemantik api baik untuk memasak atau menyalakan
rokok ternyata juga dibuat dari kayu pohon pinus. Selain kayu pinus batang
korek api juga dapat dibuat dari jenis kayu albasia, damar, gamelina, serta
genitri.
Bahan baku untuk pengepakan atau pengemasan
Dalam distribusi barang
salah satu hal yang penting diperhatikan adalah pengepakan atau pengemasan.
Agar barang yang dikirim dapat sampai dengan selamat maka diperlukan pengemasan
yang baik. Biasanya barang-barang dikemas dalam peti, palet, atau tong yang
terbuat dari kayu. Jenis kayu yang biasa digunakan adalah kayu lunak seperti
kayu pinus. Alasannya karena kayu ini kepadatannya lebih rendah sehingga lebih
mudah dibentuk.
Bahan pembuatan pensil
Tahukah anda bahwa
pensil yang selama ini kita manfaatkan untuk menulis ternyata terbuat salah
satunya dari bahan kayu pinus. Hal ini semakin melengkapi manfaat kayu pinus
dalam kehidupan sehari-hari.
Bahan sumpit
Produk lain yang juga
bisa dihasilkan dari pengolahan kayu pinus adalah sumpit. Ya, sumpit yang
biasanya digunakan sebagai peralatan makanan dapat dibuat dari kayu pinus.
Kayu laminasi
Kayu pinus juga dapat
diolah menjadi kayu laminasi sehingga dapat digunakan untuk konstruksi
bangunan. Kayu laminasi sendiri merupakan penyatuan beberapa lembar kayu yang
diberi tekanan pada kedua sisinya sehingga menyatu dengan kuat. Bahan
bakar
Kulit pinus dapat
diolah menjadi bahan bakar sehingga dapat menjadi sumber energi alternatif yang
sangat berguna pada zaman sekarang dimana ketersediaan sumber energi fosil
sudah mulai menipis.
Bahan campuran pupuk
Pinus juga dapat
dimanfaatkan sebagai bahan campuran pembuatan pupuk. Hal ini didukung oleh
kandungan kalium pada abunya yang sangat baik bagi tanaman. Ekstrak daun pinus
juga dapat diolah menjadi bioherbisida sehingga bisa membantu para petani
menanggulangi pertumbuhan gulma yang berlebihan.
Tidak hanya untuk
industri, pohon pinus ternyata juga memiliki manfaat dalam bidang kesehatan
sehingga bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan obat dan suplemen serta
meringankan stres. Berikut beberapa manfaat pohon pinus untuk kesehatan:
Sumber vitamin C dan antioksidan
Bagian kulit dan daun
pinus memiliki kandungan nutrisi yang sangat baik bagi kesehatan yaitu vitamin
C dan senyawa antioksidan berupa flavonoid yang sudah tidak diragukan lagi
manfaatnya bagi kesehatan dan kecantikan. Mulai dari mencegah penuaan dini
hingga mencegah timbulnya penyakit berbahaya seperti serangan jantung dan
alzheimer. Kulit dan daun pinus diekstrak sehingga menghasilkan senyawa
pycnogenol yang dapat dimanfaatkan sebagai suplemen diet, meringankan aliran
darah, kram saat menstruasi, mengatasi jet lag, hingga mengatasi nyeri lutut.
Mengurangi stress
Berdasarkan hasil
penelitian di Universitas Kyoto Jepang, aroma dari pohon pinus ternyata juga
memiliki efek terapi yaitu mengurangi stres. Efek terapi ini bisa didapatkan
dengan menghirup aroma pinus dengan berjalan-jalan di hutan pinus selama kurang
lebih 15 menit. Namun jika di daerah anda tidak memiliki hutan pinus maka anda
dapat memanfaatkan minyak esensial dari pohon pinus.
Mengobati berbagai gangguan pernapasan
Jika anda menderita
gangguan pernapasan seperti sinus, pilek, bronchitis, dan sesak napas maka anda
juga bisa memanfaatkan minyak essensial dari pinus untuk mengatasinya. Caranya
dengan menghirup aroma minyak esensial pinus yang telah dicampur air panas
lewat mulut dan hidung.
Meredakan nyeri otot
Selain untuk mengatasi
gangguan pernapasan minyak esensial pinus juga dapat dimanfaat untuk meredakan
nyeri otot. Caranya dengan memijat bagian otot yang nyeri dengan minyak pinus
yang telah dicampur dengan minyak sayur. Khusus untuk obat oles sebaiknya
gunakan minak pinus jenis P. Pinaster dan bukan Scotch Pinus karena bisa
menyebabkan iritasi pada kulit.
Komentar
Posting Komentar